Selasa, 03 April 2012

BARAYA SUNDA SADULUR

“BARAYA SUNDA SADULUR”
Adalah suatu Komunitas yang bersifat umum, yang bergerak dibidang Seni budaya dan Sosial kemasyarakatan, tidak mengandung Unsur POLITIK sama sekali dan tidak akan terjun dalam dunia Perpolitikan.





FILOSOFI KATA “BARAYA SUNDA SADULUR”
“BARAYA” adalah kumpulan pemersatu dan tidak bercerai berai dikala menghadapi suatu perbedaan serta senang menjalin silaturahmi.
“SUNDA” dalam bahasa sansekerta yaitu sopan, bersinar terang dan selalu menjadi cahaya alam dan hati manusia, serta tidak memberi kegelapan. Selalu dihormati dan diterima dimanapun berada.
“SADULUR” artinya adalah ikatan persaudaraan, saling bahu membahu dan tolong menolong antar sesama dimanapun berada.
Jadi Filosofi Kata “BARAYA SUNDA SADULUR” adalah suatu kumpulan pemersatu yang senang menjalin silaturahmi, selalu Sopan, dihormati, dan diterima dimanapun berada serta saling bahu membahu dan tolong menolong antar sesama.


 
  
Arti Lambang KUDJANG dan PANDAWA LIMA pada “BARAYA SUNDA SADULUR”
“KUDJANG”
Adalah senjata Khas Suku SUNDA dan memiliki keterkaitan dengan akhlak kita kepada Tuhan YME., kepada diri sendiri dan kepada mahluk ciptaannya.
Bentuk Kudjang menyerupai Huruf Arab “Syin” yang melambangkan Kalimah Syahadat pada Islam, serta lubang pada Kudjang dilambang “BARAYA SUNDA SADULUR” yang memiliki 5 lubang melambangkan 5 Rukun Islam.

 
 “PANDAWA LIMA”
Melambangkan kebaikan dan kesempurnaan dari 5 sifat dasar manusia, yaitu;
Yudisthira, melambangkan sifat kejujuran,
Bima, melambangkan sifat Pemberani dan mencintai Kebenaran,
Arjuna, melambangkan sifat rupawan dan ksatria tanpa tanding,
Nakula, melambangkan sifat setia, taat, belas kasih, dapat dipercaya serta pandai mengobati,
Sadewa, melambangkan sifat bijaksana dan pintar,  

VISI
Menjunjung kembali Nilai-nilai “Kasundaan” yang telah luntur oleh jaman, dengan Orientasi pada Generasi Muda dengan harapan bisa menjadi tulang punggung penerus Karuhun-karuhun SUNDA .

MISI
Bisa menjadi lebih dikenal, setelah dikenal dapat dipahami, setelah dipahami dapat dimengerti, setelah dimengerti timbul rasa menyukai, setelah disukai timbul rasa memiliki.

MOTTO
“ SALAM DUDULURAN, HIRUP AKUR SAUYUNAN ” (SDHAS)




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar